Indikator Kesehatan
Indikator merupakan petunjuk yang memberikan indikasi tentang suatu keadaan atau reflexi dari suatu keadaan atau variable that help to “ MEASURE CHANGE”
Dalam pembangunan kesehatan, indikator kesehatan merupakan tolak ukur keberhasilan program kesehatan.
Syarat Indikator yang baik, antara lain :
1. Valid : harus dapat mengukur sesuatu yang sebenarnya akan diukur oleh indikator tersebut
2. Reliabel : hal yang sama, indikator harus memberikan hasil yang sama, sekalipun dipakai oleh orang yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda.
3. Sensitif : dapat mendeteksi perubahan yang kecil
4. Spesifik : hanya mengukur perubahan situasi yang dimaksud.
Oleh karena itu, dalam memilih indikator harus :
· Pilih sedikit indikator, tetapi relevan dengan situasi setempat
· Pilih yang mudah dari pada yang menuntut kemampuan teknis yang tinggi
Manfaat Indikator Kesehatan :
1. Mengukur dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
2. Perencanaan program
3. Evaluasi hasil
Yang perlu dipahami, yakni : indikator merupakan isyarat / petunjuk, bukan suatu ukuran yang sebenarnya, lebih merupakan tanda / kecenderungan dan merupakan alat yang efektif & efisien untuk proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dapat diwujudkan dalam proporsi, rate, ratio, dll sehingga dapat dibandingkan.
Rate, ratio dan proporsi
1. Ratio : perbandingan antara 2 bilangan Contoh, rasio jenis kelamin = 0,98
2. Proporsi : salah satu type khusus dari ratio, dimana numerator adalah bagian dari denominator. Contoh : proporsi kunjungan pasien ISPA pada klinik KKP Kelas I Tanjung Priuk; Jumlah pasien ISPA yang berkunjung pada klinik pada KKP Kelas I Tanjung Priok dibagi jumlah pasien yang berkunjung pada KKP Kelas I Tanjung Priok dikalukan konstanta
Rate : Bentuk khusus proporsi yang berkaitan dengan periode waktu